Selasa, Januari 11, 2011

Mesin Cetak Digital

0 komentar
Pada postingan kali ini, mengenai Mesin Cetak Digital yang aku ambil dari www.ronitadp.wordpress.com, selengkapnya:

Dalam cetak digital ada dua jenis mesin apabila dilihat dari lebar cetak yaitu mesin cetak kecil dan mesin format besar. Mesin cetak kecil atau printer desktop adalah mesin dengan kemampuan cetak dengan lebar ukuran 3R (9×13 cm) s/d lebar A3 (29,7 x 42 cm). Mesin format besar atau large format printer memiliki kemampuan cetak dengan lebar A2 ( 42 x 60 cm) s/d A0 (85 x 119 cm), teknologi yang ada saat ini large format printer ada yang mampu mencetak dengan lebar 5 meter dan panjang bebas

Selain dapat digolongkan berdasarkan lebar cetak kita juga dapat menggolongkan mesin digital dari jenis tintanya. Jenis tinta yang dipakai pada umumnya terdiri dari dua jenis yaitu water based dan solvent based. Tinta water based adalah tinta yang menggunakan air sebagai media pelarutnya, contohnya tinta dye, tinta pigment, tinta sublim. Tinta solvent based adalah tinta yang menggunakan minyak sebagai media pelarutnya, contohnya tinta hardsolvent atau ecosolvent.

Secara proses cetak mesin digital juga dapat kita golongkan menjadi dua yaitu sistem yang menggunakan tinta dan yang menggunakan serbuk atau biasa disebut printer laser. Untuk mesin yang menggunakan tinta selalu ada bagian yang disebut printhead/kepala cetak dimana bagian inilah yang bertugas untuk menyemburkan tinta ke permukaan media cetak. Untuk printer model laser biasanya ada bagian yang disebut drum dan berfungsi untuk menyebarkan toner ke permukaan media.

Untuk melihat kualitas mesin cetak pada umumnya kita menggunakan beberapa acuan sebagai berikut :

1. Resolusi cetaknya, semakin tinggi resolusi cetaknya maka gambar yang dihasilkan akan semakin detail. Untuk itu anda harus menyesuaikan sesuai dengan keperluan anda, jika anda ingin mencetak gambar seperti photo maka anda membutuhkan printer dengan resolusi minimal 1200 DPI, jika anda membutuhkan printer untuk cetak spanduk atau baliho yang akan dilihat dari jauh maka anda bisa menggunakan printer dengan resolusi 300 s/d 750 DPI.

2. Kemampuan cetak dalam berbagai media, kebanyakan semua printer selalu menghasilkan gambar terbaik jika menggunakan media yang sama merk-nya dengan merk printer. Untuk itu perlu dilihat apabila dia semakin fleksibel terhadap berbagai jenis media maka printer tersebut boleh dijadikan pilihan.

3. Lebar cetak, pada dasarnya ini disesuaikan dengan kebutuhan kita, tapi ada satu hal yang harus kita perhatikan dalam hal ini yaitu printer dengan lebar besar mampu mencetak dokumen kecil dan tidak sebaliknya. Jadi printer lebar akan lebih fleksibel dalam ukuran dibandingkan mesin lebar kecil.

4. Jenis printhead, setiap vendor memakai jenis printhead yang berbeda namun pada umumnya kita bisa membedakan menjadi dua yaitu printhead yang menyatu dengan catridge dan printhead yang terpisah dengan catridge. Secara umum printhead yang terpisah lebih mudah dalam perawatan dan modifikasinya ketika kita memilih sistem infus untuk mesin kita. Gambarannya sebagai berikut, jika printhead menyatu dengan catridge maka ketika terjadi salah satu kerusakan kita harus mengganti dua-duanya. Sebagai info tambahan catridge adalah tempat tinta yang akan dimasukkan disemprotkan oleh printhead ketika mesin bekerja.

5. Merk, ya merk suatu vendor pada umumnya menunjukkan kualitas dari printer atau mesin cetak tersebut. Jangan pernah terkecoh dengan harga murah tanpa memperhatikan kualitas yang lainnya. Kita ambil contoh sekarang ini banyak beredar mesin cetak besar merk china dengan harga yang sangat miring tapi yang kebanyakan tidak disadari adalah mahalnya biaya perawatan dari mesin tersebut. Memang secara investasi mesin china murah diinvestasi tapi kebanyakan mereka mebutuhkan biaya perawatan yang lebih besar dibandingkan mesin cetak digital ber-merk.

Dengan mengetahui beberapa hal dasar tentang mesin cetak digital ini maka kita bisa memilih printer mana yang sesuai dengan kebutuhan kita.

Minggu, Juli 18, 2010

Melodi Senja Yang Disenandungkan Jalanan...

0 komentar

membelah debu Palembang disengat mentari
terik, panas, menambah dalam emosi yang membuncah

aku kecewa pada keadaan
aku cemburu dengan kejayaan masa lalu nan silam

hakekatnya bahagia tak pernah bersandar di atas kepala
mengapa hanya mereka yang terlihat bahagia

dalam diam kuselusuri hari bersandar pada sebuah lampu merah di persimpangan Palembang nan terang
tersentak aku saksikan sesosok tubuh bermandi peluh
dengan gigih mengejar bis kota mencari beberapa lembar ribuan
menjajakan beberapa puntung rokok dan air mineral

wanita itu (mungkin seusia ibuku) terlihat hitam terpanggang matahari nan jalang
namun satu yang membuatku terpaku
dia tersenyum

Dia tersenyum..

dan dia tersenyum

tak tampak gurat lelah menjalani hidup terlukis diwajahnya
tak terbersit gurat sesal atas takdir jalan cerita kesengsaraan hidupnya

aku tiba-tiba merasa malu
malu atas keluh kesahku terhadap hidup tadi siang
malu atas kegamanganku pada hidup

semestinya aku harus lebih tahu bersyukur
atas apa yang kupunya

atas nikmat yang ada

aku masih bisa membeli apa yang kuinginkan
aku punya orang-orang yang mengasihiku
keluarga yang tak pernah menuntut apa-apa bahkan terus mendorongku untuk terus maju

aku juga punya teman-teman baik yang selalu siap untukku kapanpun aku perlu
aku punya pekerjaan yang dengan itu aku tidak harus terpaksa berlari di jalanan

jadi apa yang ku keluh kesahkan

ataukah aku cemburu dengan keadaan orang lain..??

seharusnya aku lebih harus banyak bersyukur...

(sebuah renungan menuju pendewasaan)
LUKABUMI
di awal Juli 2010

Minggu, November 15, 2009

the Last Hope..

0 komentar


Akhirnya kutemukan lagi bidadari yang sudi menemani
di hati dan hari
dan berhembuslah kembali angin-angin cinta yang telah sekian lama tak terjamah
bahkan mungkin aku telah lupa bagaimana warnanya

Aku hanya berharap dia mampu berdiri tenang disampingku
dan punyai kesabaran yang tak terbatas
agar bisa bertahan selamanya temaniku
dan jangan biarkan nafasnya habis sebelum sampai ke tepi yang di nanti
atau sayap-sayapnya nan cantik kan rapuh terhempas di bumi karena terjangan duri di setiap liku nurani
Takkan kubiarkan hal itu terjad kali ini
Berharap dia mau mengerti..

Engkau hati yang kuingini..

Selasa, Oktober 20, 2009

Kangen...

0 komentar

Sudah lama tidak menulis di Blog ku..
Ada banyak alasan yang tidak bisa terurai dalam jangka waktu yang singkat tuk ku deskrifsikan disini sebagai alibi atas kelalaian ku tidak mengisi electrical diary ini lagi.. (yang pasti mungkin luka..)

Akhirnya kembali menulis lagi.. (tapi apa yang harus ditulis..?)
Hanya ingin sekedar menuangkan ide yang tersumbat dalam otak yang hampir berkarat..
Atau mencoba puitis di tengah gerimis yang melanda habis...?

Entahlah.., yang pasti aku tak ingin coretanku terbelenggu kelu
sirna terkalahkan luka..
Bukankah aku juga yang pernah berkata : bahwa luka membuatku kaya akan kata-kata..

Jumat, Mei 01, 2009

No Labels

0 komentar


Tanpa cahaya.. jengah ku dalam kegelapan
meraba-raba hingga terperosok ke tempat yang tak semestinya ku singgahi
Dimana kau sembunyikan sebelah hatiku
Harus berapa lama lagi kutunggu hingga ku mampu tatap indahnya
Sentuh sempurnanya yang kan sempurnakan hidupku

Tanpa mata.. tanpa cahaya ku kini
lelah sudah pasti selalu temani menjadi selimut malam dingin sepiku
Menanti sepenuh hati
kau yang sudi temani sisa umurku nanti...

Di Persimpangan...

0 komentar




Di persimpangan
Jalan kita tak searah.. terlepaskan kau dari genggamku
Kau yang kutuntun sepenuh cinta sepenuh rasa
Dan telah berapa kali kau kau dan kau yang lain terpaksa tertinggalkan
Pada persimpangan yang sama..

Saat kita hendak melangkah ke jalan yang lebih luas membentang
Kenapa ragu menghantui langkah yang sepatutnya menjadi lebih baik
Tak semestinya kita hentikan langkah ataupun menoleh ke belakang
Karena kuyakin esok kan kujelang lebih baik bersamamu

Namun.., kala ragu itu semakin membesar
dan kau bersama kau-kau yang lain akhirnya memilih tuk tinggalkanku
di Persimpangan itu

namun kumaafkan kau
ditengah sakitku menanti kan keberadaan kau yang lain di persimpangan yang sama

Sindo Crew-SnapShoot

0 komentar

"Versi Kalemnya..."


"Ni dia nih........ versi hebohnya... AYO MANA EKSPRESIIINNNYYYAAA...!!!"
 

--- Copyright © 2008 Black Brown Pop Template by Ipiet's Blogger Template