Halaman

Friday, January 09, 2009

Kemarin, Sekarang dan Esok hari

Kemarin kau minta aku untuk mencintaimu setulusnya
Sekarang kau yang pergi tinggalkan cinta yang telah bisa mencinta sesuai dengan kehendakmu
dan Esok hari, maafkan jika kutak bisa mencintaimu selayaknya hari ini..

Kemarin kau minta aku untuk setia hanya pada satu cinta
Sekarang kau yang khianati kesetiaan yang begitu kau agung-agungkan
jadi bila ada esok hari, aku takkan pernah mengenangmu..

Kemarin kau pinta aku untuk dapat menyayangimu
Sekarang kau campakkan hati yang tengah menyayangimu bahkan melebihi nyawanya sendiri
Maka.. ketika esok hari terbit.. Jangan pernah salahkan jika dendam ini mengakar menghujam di dada..

dan takkan bisa kulupa ataupun kumaafkan, meski kemarin kau dewi bagiku... karena aku hidup dengan lukaku sekarang olehmu, dan bila masih ada esok hari buatku, aku kan pergi takkan pernah kuletakkan lagi mimpi di hatimu, tapi jangan pernah kau tanyakan kenapa esok hari..? karena pernah kujawab tepat ditelingamu, bahwa aku hidup untuk hari ini, karena bagiku esok hari hanya misteri..
aku benci wanita yang tinggi berandai-andai..

No comments: